Rabu, 24 Juni 2015

Ibu Adalah Sekolah Pertama Dan Utama

Entah ingin menjadi seorang wanita karir atau ibu rumah tangga, setiap wanita harus memperoleh pendidikan yang tinggi. Karena mereka akan menjadi seorang ibu, dan seorang ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas.

Sudah sepatutnya muslimah itu tak boleh malas. Terlebih lagi bila malas menimba ilmu. Memang tak harus dengan pendidikan akademik yang tinggi, tapi haruslah mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni. Sebab, dari rahim muslimah lah Allah titipkan para jundullah-Nya. Generasi yang kelak akan membangkitkan dan membanggakan Islam .

Namun, Bila kita tidak cerdas dalam hal pelajaran, maka cerdaskanlah diri kita dalam hal akhirat. Setiap ibu dan calon ibu pasti menginginkan anak-anak yang cerdas. Ibu-ibu cerdas pasti faham cara terbaik untuk membesarkan anak-anaknya sesuai syariat Islam.
Jangan berbangga hati bila kelak anak kita cerdas dalam pelajaran sekolah, bisa jadi itu adalah hasil didikan gurunya di sekolah.

Lalu apa karya terbesar kita untuk anak-anak kita bila kita tidak mengambil porsi untuk mencerdaskannya dalam hal pengetahuan agama dan keimanan? Bagaimana bisa kita bangga kalau anak yang lahir dari rahim kita, malah "dicerdaskan" oleh orang lain? Bagaimana kita patut bangga kalau hafalan Al-Fatihah anak kita, ia dapat dari orang lain? Pahala yang mana yang akan mengalir ke kita? Jangan sampai orang lain yang terlebih dulu mengajarkan Al Qur'an dan pemahaman Islam kepada anak kita, sebab pahalanya tidak akan mengalir ke kita.

Siapkanlah diri kita, muslimah...
Wahai wanita, ibu-ibu, dan para calon ibu, ingatlah :
"Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq“
Seorang ibu adalah sekolah PERTAMA dan utama (bagi anak-anaknya), bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Jadilah tempat pertama anak kita mendapat ilmu agama dan ilmu pengetahuan, agar kelak ia yang akan menjadi sebab kita berada di surga..



Sabtu, 13 Juni 2015

Surat Cinta

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Inilah Surat Cintaku

Menulis adalah caraku,
Bercerita tanpa suara,
Mencintai tanpa mengusikmu
Karena Allah SWT semata♥

Wahai kekasihku.....
Yang sedang dirahasiakan olehNya.
Izinkan ku menyapa dalam setiap doa.
Menyapa kasih dalam cintaNya.

Yaa Rabbii.....
Sampaikan rasa cinta ini,
Kepada cinta yang hakiki.

Bukan fisik yang tampan
Tapi ibadah yang mapan.

Bukan perlu rumah yang mewah
Tapi hidup sederhana dengan sifat peramah.

Bukan dia yang berbuat maksiat
Tapi dia yang taat.

Yaa Rabbii......
Damaikan hati ini,
Biar kecewa meratap pergi
Biarlah kasih mengikat diri.

Yaa Rabbii....
Aku hanya meminta sekeping hati,
Kepada pemilik hati.
Yaitu kepada sang ilahi.
Meminta cinta yang hakiki.
Agar ku temukan cinta sejati♥

Sabtu, 04 April 2015

Laa Tahzan Muslimah

Dunia memang terlihat begitu indah. bahkan mampu membuat kita lupa akan adanya ujung usia.

Dunia memang terlihat begitu indah. bahkan mampu membuat kita lupa akan adanya surga dan neraka.

Namun, dunia juga bisa membuat kita menangis. membuat kita bersedih. membuat kita putus asa. membuat kita patah hati.

Tapi, yang perlu kita ingat. siapa pemilik dunia ini? 
siapa pencipta rasa ini? 
siapa yang mampu membuat kita bahagia atau bersedih?

Jika jawabannya Allah dan itu pasti, maka pantaskah kita menangis karena urusan dunia?

Jika masih merasa punya Allah. pantaskah kita menangis karena ditinggal seseorang?

Jika masih merasa punya Allah. pantaskah kita menangis karena kehilangan sesuatu? sedangkan Allah Pemilik segalanya.
Allah pemilik segalanya dan akan kembali pada-Nya.

 

Sabtu, 28 Februari 2015

JIKA ENGKAU BERANI PINANGLAH AKU

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Jika benar engkau suka kepadaku,
Jika benar engkau cinta kepadaku, 
Jika benar engkau sayang kepadaku,
Maka datanglah ke rumahku,
Temuilah kedua orang tuaku,
Katakan semua itu kepada Ayah dan Ibuku,
Dan pinanglah aku kepada mereka.


Jika engkau telah yakin,
Dan jika engkau telah siap membangun
bahtera rumah tangga nanti,

Maka ikatlah aku dalam sebuah ikatan
pernikahan yang suci.


Engkau berani bukan...?
Jika engkau beralasan masih belum berani,
Jika engkau beralasan masih belum siap,
Jika engkau beralasan ini itu,

Maka kuanggap engkau hanya mau
main-main saja dengan diriku,
Kuanggap engkau hanya ingin menjadikan
aku sebagai pacarmu saja.


Tak lebih dari itu.. Maka kukatakan kepadamu,
Jangan engkau terlalu berharap
aku akan menerima cintamu.


Biar sajalah aku merasa lebih nyaman
dengan kesendirianku.

Aku hanya akan mempersembahkan
diriku seutuhnya kepada
pasangan halalku nanti.

Bukan untuk yang hanya mau
main-main dengan hatiku.
Terlalu berharga hatiku untuk dipermainkan.


Begitulah caraku melindungi diriku.
Kefitrahan dan kehormatanku akan
selalu tetap kujaga sampai tiba masanya nanti.

Aku tak mau menjerumuskan diri pada
apa yang telah dilarang Agama.

Aku tak mau menjadikan kebebasanku
akan menghancurkan masa depanku.

Yang ujung-ujungnya menjadikan
diriku bersedih dan meratap
dalam penyesalan yang berkepanjangan.


Sungguh aku tak mau hal itu terjadi pada jalan hidupku.

Salam santun salam Ukhuwah fillah...

HAI HAII