Entah ingin menjadi seorang wanita karir atau ibu rumah tangga,
setiap wanita harus memperoleh pendidikan yang tinggi. Karena mereka
akan menjadi seorang ibu, dan seorang ibu yang cerdas akan melahirkan
anak-anak yang cerdas.Sudah sepatutnya muslimah itu tak boleh malas. Terlebih lagi bila malas menimba ilmu. Memang tak harus dengan pendidikan akademik yang tinggi, tapi haruslah mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni. Sebab, dari rahim muslimah lah Allah titipkan para jundullah-Nya. Generasi yang kelak akan membangkitkan dan membanggakan Islam .
Namun, Bila kita tidak cerdas dalam hal pelajaran, maka cerdaskanlah diri kita dalam hal akhirat. Setiap ibu dan calon ibu pasti menginginkan anak-anak yang cerdas. Ibu-ibu cerdas pasti faham cara terbaik untuk membesarkan anak-anaknya sesuai syariat Islam.
Jangan berbangga hati bila kelak anak kita cerdas dalam pelajaran sekolah, bisa jadi itu adalah hasil didikan gurunya di sekolah.
Lalu apa karya terbesar kita untuk
anak-anak kita bila kita tidak mengambil porsi untuk mencerdaskannya dalam
hal pengetahuan agama dan keimanan? Bagaimana bisa kita bangga kalau
anak yang lahir dari rahim kita, malah "dicerdaskan" oleh orang lain?
Bagaimana kita patut bangga kalau hafalan Al-Fatihah anak kita, ia dapat
dari orang lain? Pahala yang mana yang akan mengalir ke kita? Jangan
sampai orang lain yang terlebih dulu mengajarkan Al Qur'an dan pemahaman
Islam kepada anak kita, sebab pahalanya tidak akan mengalir ke kita.Siapkanlah diri kita, muslimah...
Wahai wanita, ibu-ibu, dan para calon ibu, ingatlah :
"Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq“
Seorang ibu adalah sekolah PERTAMA dan utama (bagi anak-anaknya), bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Jadilah tempat pertama anak kita mendapat ilmu agama dan ilmu pengetahuan, agar kelak ia yang akan menjadi sebab kita berada di surga..

