Sabtu, 28 Februari 2015

JIKA ENGKAU BERANI PINANGLAH AKU

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Jika benar engkau suka kepadaku,
Jika benar engkau cinta kepadaku, 
Jika benar engkau sayang kepadaku,
Maka datanglah ke rumahku,
Temuilah kedua orang tuaku,
Katakan semua itu kepada Ayah dan Ibuku,
Dan pinanglah aku kepada mereka.


Jika engkau telah yakin,
Dan jika engkau telah siap membangun
bahtera rumah tangga nanti,

Maka ikatlah aku dalam sebuah ikatan
pernikahan yang suci.


Engkau berani bukan...?
Jika engkau beralasan masih belum berani,
Jika engkau beralasan masih belum siap,
Jika engkau beralasan ini itu,

Maka kuanggap engkau hanya mau
main-main saja dengan diriku,
Kuanggap engkau hanya ingin menjadikan
aku sebagai pacarmu saja.


Tak lebih dari itu.. Maka kukatakan kepadamu,
Jangan engkau terlalu berharap
aku akan menerima cintamu.


Biar sajalah aku merasa lebih nyaman
dengan kesendirianku.

Aku hanya akan mempersembahkan
diriku seutuhnya kepada
pasangan halalku nanti.

Bukan untuk yang hanya mau
main-main dengan hatiku.
Terlalu berharga hatiku untuk dipermainkan.


Begitulah caraku melindungi diriku.
Kefitrahan dan kehormatanku akan
selalu tetap kujaga sampai tiba masanya nanti.

Aku tak mau menjerumuskan diri pada
apa yang telah dilarang Agama.

Aku tak mau menjadikan kebebasanku
akan menghancurkan masa depanku.

Yang ujung-ujungnya menjadikan
diriku bersedih dan meratap
dalam penyesalan yang berkepanjangan.


Sungguh aku tak mau hal itu terjadi pada jalan hidupku.

Salam santun salam Ukhuwah fillah...

HAI HAII