HIDUPLAH SEPERTI SEBUAH POHON
“Jadilah
seperti pohon. Perhatikanlah, ia diam tak banyak bicara hingga kamu
tidak menyadari apa yang dilakukannya. Padahal ia selalu memberimu udara
untuk dihisap. Lihatlah bagaimana ia memberi udara pada semua orang
tanpa memandang apakah kamu miskin atau kaya. Atau apakah kamu lahir
dari kelompok etnik tertentu. Ia memberi udara bagi semua orang tanpa memandang agama, ras dan suku bangsa. Apakah kamu bersedia membagi ilmumu untuk semua orang tanpa pilih kasih?”
“Jadilah seperti pohon. Ia tidak banyak berbicara tapi terus tumbuh
setiap hari. Jika sudah tidak tumbuh maka ia akan mati. Apakah dirimu
merasa terus tumbuh?”
“Jadi seperti pohon. Apabila sudah besar,
ia akan menaungi siapa saja yang berada dibawahnya, tak peduli itu
manusia atau hewan. Apakah kamu merasa dirimu sudah semakin besar dan
menaungi apa saja yang berada dibawahmu?”
“Jadilah seperti
pohon yang selalu menyejukkan, memperindah dan mempercantik
tempat-tempat gersang. Apakah kamu merasa kehadiranmu telah membuat
hati-hati yang gersang menjadi sejuk dan indah kembali?”
“Jadilah seperti pohon. Satu-satu kehidupan yang tumbuh ke atas dan
berhasil melawan kuatnya gravitasi Bumi. Apakah kamu merasa dirimu telah
berhasil melawan kuatnya godaan dan tantangan akan terus bertumbuh
menjadi manusia dan guru yang lebih baik dari hari ke hari?”
“Jadilah seperti pohon yang menyuburkan tanah di sekitarnya dan
menyimpan air di bawahnya untuk kehidupan semua makhluk hidup lainnya.
Apakah kamu sudah menyuburkan lingkungan sekitarmu?”
“Jadilah
seperti pohon, Seandainya sudah mati pun tubuhnya masih berguna bagi
kesuburan tanah atau menjadi bahan baku tempat tinggal yang bermanfaat
bagi kehidupan manusia.”