Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Doa Ibu

Assalamu'alaikum

alhamdulillah sudah bulan februari dan baru update hehe
maklumin yaa !

yang kita bahas kali ini tentang



Mengapa Doa Ibu Mampu Menembus Langit ?

mau tau kelanjutannya so mari simak

#########

Bukanlah tidak mungkin jika sangatlah banyak orang orang sukses di seluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.


Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa seorang ibu kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.

Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.

Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.

Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada mereka yang ibu nya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.

Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. Jika tidak punya ibu mungkin tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. Jika kita tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna. Jika kita tidak punya ibu barangkali kita hanya bisa membayangkan wajah tulusnya di pikiran kita dan melihat baju-bajunya di lemarinya.

Banyak di antara kita suka mengeluh tentang sifat negatif ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar sukses dunia dan akhirat.

Mungkin di suatu malam beliau pernah mendatangi kita saat tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum bisa menjadi ibu yang baik bagimu” kita mungkin juga lupa di saat kondisi ekonomi rumah tangga kurang baik, ibu rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kira rela tidur dan lantai dan tanpa selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat.

Setelah semua pengorbanan telah diberikan oleh ibu kita selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu kita? Kapan terakhir kita membuat dosa kepadanya? Kapan terakhir kita membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama Sembilan bulan mengandung dengan penuh penderitaan? Oleh karena itu maka berusahalah untuk berbakti kepada orang tuamu khususnya kepada Ibumu. Karena masa depan kita ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan ingat perilaku kita dengan orang tua kita saat ini akan mencerminkan perilaku anak kita kepada diri kita nanti.

Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu.....
Subhanallah....

Buat ummiku, terima kasih atas segalanya, didikan kerasnya, do'anya, slalu bangun tengah malam untuk mendo'akan aku berserta keluarga mas, sehat selalu ummi untuk melihat ke suksesan ku. sekali lagi terima kasih ummi,. I Love Mommy

Rabu, 24 Juni 2015

Ibu Adalah Sekolah Pertama Dan Utama

Entah ingin menjadi seorang wanita karir atau ibu rumah tangga, setiap wanita harus memperoleh pendidikan yang tinggi. Karena mereka akan menjadi seorang ibu, dan seorang ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas.

Sudah sepatutnya muslimah itu tak boleh malas. Terlebih lagi bila malas menimba ilmu. Memang tak harus dengan pendidikan akademik yang tinggi, tapi haruslah mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni. Sebab, dari rahim muslimah lah Allah titipkan para jundullah-Nya. Generasi yang kelak akan membangkitkan dan membanggakan Islam .

Namun, Bila kita tidak cerdas dalam hal pelajaran, maka cerdaskanlah diri kita dalam hal akhirat. Setiap ibu dan calon ibu pasti menginginkan anak-anak yang cerdas. Ibu-ibu cerdas pasti faham cara terbaik untuk membesarkan anak-anaknya sesuai syariat Islam.
Jangan berbangga hati bila kelak anak kita cerdas dalam pelajaran sekolah, bisa jadi itu adalah hasil didikan gurunya di sekolah.

Lalu apa karya terbesar kita untuk anak-anak kita bila kita tidak mengambil porsi untuk mencerdaskannya dalam hal pengetahuan agama dan keimanan? Bagaimana bisa kita bangga kalau anak yang lahir dari rahim kita, malah "dicerdaskan" oleh orang lain? Bagaimana kita patut bangga kalau hafalan Al-Fatihah anak kita, ia dapat dari orang lain? Pahala yang mana yang akan mengalir ke kita? Jangan sampai orang lain yang terlebih dulu mengajarkan Al Qur'an dan pemahaman Islam kepada anak kita, sebab pahalanya tidak akan mengalir ke kita.

Siapkanlah diri kita, muslimah...
Wahai wanita, ibu-ibu, dan para calon ibu, ingatlah :
"Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq“
Seorang ibu adalah sekolah PERTAMA dan utama (bagi anak-anaknya), bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Jadilah tempat pertama anak kita mendapat ilmu agama dan ilmu pengetahuan, agar kelak ia yang akan menjadi sebab kita berada di surga..



Kamis, 20 Maret 2014

Terima Kasih Ibu

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Ketika kau sedih..
Ketika kau menangis..
Ketika kau menjerit sakit..

Ibu,
Selalu ada di belakangmu..
Melihat dan mengawasimu..
Selalu siap memberikan segala yang kau butuhkan..
Cinta, kasih sayang, dukungan..
Bahkan ketika kita tidak memintanya..

Karena Ibu tahu, bahwa anak tetaplah seorang anak..
Sebesar apapun posisinya, sekaya apapun hartanya,
setinggi apapun jabatannya..
Anak pernah hidup di dalam perut Ibu..
Besar dalam gendongan hangatnya..
Pernah menangis di pangkuannya..

Tidakkah kau ingat,
Ketika kau kecil..
Kau menangis dan mengadu kepada Ibu..
Ibu mengusap kepalamu..
Mencium keningmu..
Memelukmu erat tubuh kecilmu..
Hingga kau merasa nyaman dan tenang..
Hingga kau terlelap pulas dalam pangkuannya..

Terima kasih IBU
Foto: Ketika kau sedih..
Ketika kau menangis..
Ketika kau menjerit sakit..

Ibu,
Selalu ada di belakangmu..
Melihat dan mengawasimu..
Selalu siap memberikan segala yang kau butuhkan..
Cinta, kasih sayang, dukungan..
Bahkan ketika kita tidak memintanya..

Karena Ibu tahu, bahwa anak tetaplah seorang anak..
Sebesar apapun posisinya, sekaya apapun hartanya, setinggi apapun jabatannya..
Anak pernah hidup di dalam perut Ibu..
Besar dalam gendongan hangatnya..
Pernah menangis di pangkuannya..

Tidakkah kau ingat,
Ketika kau kecil..
Kau menangis dan mengadu kepada Ibu..
Ibu mengusap kepalamu..
Mencium keningmu..
Memelukmu erat tubuh kecilmu..
Hingga kau merasa nyaman dan tenang..
Hingga kau terlelap pulas dalam pangkuannya..

Terima kasih IBU

HAI HAII