Sabtu, 08 Agustus 2015

Sukses Berpacaran LDR

Jaman sekarang, banyak banget ya Ladies pasangan – pasangan yang menjalani hubungan dengan LDR. Menjalani pacaran dengan jalan ini memang sangat sulit. Bagaimana tidak? Kita harus percaya dengan perkataan lelaki yang jauh disana. Bisa saja dia selingkuh dengan temannya. Karena itulah banyak pasangan yang tidak bisa langgeng dalam berpacaran dengan LDR. Itu karena mereka belum tau caranya Ladies. Mimin juga lagi berpacaran dengan LDR sama pacar. Okelah kita kembali lagi pada topik cara sukses berpacaran dengan LDR.  

1. Rencanakan masa depan

Jangan anggap hubungan jarak jauh LDR itu tidak bisa berlanjut ke pelaminan ya Ladies. Banyak tetangga – tetangga saya yang terbukti mampu menjalani hubungan ini hingga akhirnya menikah. Waktu saya tanya, katanya sih dulu waktu berpacaran jarak jauh, mereka selalu merencanakan masa depan mereka bersama – sama. Tidak hanya merencanakan, mereka juga berusaha mewujudkan angan – angan itu. Alhasil, hubungan mereka bisa langgeng sampai menikah dan memiliki keturunan. Untuk itu sebagai wanita yang sudah cinta sama pasangannya lebih baik rencanakan deh masa depan Kamu sama pacar, agar hubungan kamu bisa berlanjut sampai jenjang pernikahan. Aamin…

2. Menjaga Komitmen Yang disepakati.

Sebelum kalian melakukan hubungan dengan jarak jauh LDR, pastikan kalian sudah merencanakan bagaimana kalian akan menjalani hubungan tersebut. Katakan apa yang tidak kalian sukai kepada pasangan kalian. Setelah itu buatlah komitmen dan katakan dalam hati kalau kalian akan menepati komitmen tersebut.

3. Jaga Komunikasi Sama Pacar

Dijaman yang serba bisa ini, akan sangat keterlaluan jika hubungan LDR tidak bisa berjalan lancar hanya karena tidak komunikasi langsung. Sekarang sudah ada video call, media sosial, sms dan masih banyak lagi yang bisa kita gunakan untuk menjaga komunikasi dengan pasangan yang ada di jauh sana.

4. Saling Percaya

Kepercayaan yang sangat tinggi diperlukan untuk terus menjaga hubungan kalian tetap awet dan langgeng. Jangan suka menuduh yang tidak – tidak kepada pasangan kalian. Dengarkan penjelasan mereka ketika kalian sedang mencurigainya. Jangan mengambil kesimpulan sendiri untuk melakukan suatu hal.

5. Jangan Terpacu Untuk Memikirkannya

Jangan hanya memikirkan dia sepanjang hari. Kalian juga perlu berkonsentrasi untuk masalah pekerjaan dan juga masalah yang lainnya. Biarkan kamu menikmati hidup Kamu saat jauh dari si pacar, dan coba sibukkan diri kamu, karena kalau kamu terus memikirkannya yang ada nanti bawaannya Kamu akan curiga terus dan tidak percaya sama pacar, Jadi nikmati saja hubungan jarak jauh kalian ya ladies.

6. Kamu harus jujur

Jangan pernah membohongi pasangan kalian tentang suatu hal. Dengan berkata jujur, kalian akan merasa lebih lega dibanding harus menutupi sesuatu. Kejujuran adalah faktor penting dalam menjalani hubungan jarak jauh (LDR). Lagi pula, kalian kan juga ingin dia jujur kepada kalian. Jadi semua harus ada timbal balik yang baik.

7. Manfaatin Teknologi untuk Berhubungan

Untuk saat ini sebenarnya menjalani hubungan jarak jauh atau LDR sudah sangat mudah untuk dijalani, karena dengan adanya teknologi yang mendukung, hubungan kalian akan terasa lebih dekat meskipun jauh, Apalagi sekarang sudah ada layanan jejaring sosial dan chat seperti facebook, BBM, line, WA dan masih banyak lagi. Dengan begitu Kamu akan terasa lebih dekat dan mengetahui aktivitas pacar Kamu selama Dia jauh disana

8. Luangkan Waktu Bertemu

Bagi sepasang kekasih yang menjalani hubungan dengan jalan LDR, waktu bertemu adalah hal yang sangat perlu diperhatikan. Jika kalian memiliki waktu yang senggang, sempatkanlah mengunjungi pasangan anda. Untuk menambah kejutan, sebaiknya kalian diam – diam dalam mengunjunginya. Jangan lupa membawa hadiah kecil agar dia semakin terkesan, juga semakin cinta.
 ---------------------------------------------------------------------------------
Ok itulah suksesnya berpacaran LDR. Semoga mimin dan kalian yang berpacaran dengan LDR langgeng sampai menikah. Aamiin..

Rabu, 24 Juni 2015

Ibu Adalah Sekolah Pertama Dan Utama

Entah ingin menjadi seorang wanita karir atau ibu rumah tangga, setiap wanita harus memperoleh pendidikan yang tinggi. Karena mereka akan menjadi seorang ibu, dan seorang ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas.

Sudah sepatutnya muslimah itu tak boleh malas. Terlebih lagi bila malas menimba ilmu. Memang tak harus dengan pendidikan akademik yang tinggi, tapi haruslah mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni. Sebab, dari rahim muslimah lah Allah titipkan para jundullah-Nya. Generasi yang kelak akan membangkitkan dan membanggakan Islam .

Namun, Bila kita tidak cerdas dalam hal pelajaran, maka cerdaskanlah diri kita dalam hal akhirat. Setiap ibu dan calon ibu pasti menginginkan anak-anak yang cerdas. Ibu-ibu cerdas pasti faham cara terbaik untuk membesarkan anak-anaknya sesuai syariat Islam.
Jangan berbangga hati bila kelak anak kita cerdas dalam pelajaran sekolah, bisa jadi itu adalah hasil didikan gurunya di sekolah.

Lalu apa karya terbesar kita untuk anak-anak kita bila kita tidak mengambil porsi untuk mencerdaskannya dalam hal pengetahuan agama dan keimanan? Bagaimana bisa kita bangga kalau anak yang lahir dari rahim kita, malah "dicerdaskan" oleh orang lain? Bagaimana kita patut bangga kalau hafalan Al-Fatihah anak kita, ia dapat dari orang lain? Pahala yang mana yang akan mengalir ke kita? Jangan sampai orang lain yang terlebih dulu mengajarkan Al Qur'an dan pemahaman Islam kepada anak kita, sebab pahalanya tidak akan mengalir ke kita.

Siapkanlah diri kita, muslimah...
Wahai wanita, ibu-ibu, dan para calon ibu, ingatlah :
"Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq“
Seorang ibu adalah sekolah PERTAMA dan utama (bagi anak-anaknya), bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Jadilah tempat pertama anak kita mendapat ilmu agama dan ilmu pengetahuan, agar kelak ia yang akan menjadi sebab kita berada di surga..



Sabtu, 13 Juni 2015

Surat Cinta

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Inilah Surat Cintaku

Menulis adalah caraku,
Bercerita tanpa suara,
Mencintai tanpa mengusikmu
Karena Allah SWT semata♥

Wahai kekasihku.....
Yang sedang dirahasiakan olehNya.
Izinkan ku menyapa dalam setiap doa.
Menyapa kasih dalam cintaNya.

Yaa Rabbii.....
Sampaikan rasa cinta ini,
Kepada cinta yang hakiki.

Bukan fisik yang tampan
Tapi ibadah yang mapan.

Bukan perlu rumah yang mewah
Tapi hidup sederhana dengan sifat peramah.

Bukan dia yang berbuat maksiat
Tapi dia yang taat.

Yaa Rabbii......
Damaikan hati ini,
Biar kecewa meratap pergi
Biarlah kasih mengikat diri.

Yaa Rabbii....
Aku hanya meminta sekeping hati,
Kepada pemilik hati.
Yaitu kepada sang ilahi.
Meminta cinta yang hakiki.
Agar ku temukan cinta sejati♥

Sabtu, 04 April 2015

Laa Tahzan Muslimah

Dunia memang terlihat begitu indah. bahkan mampu membuat kita lupa akan adanya ujung usia.

Dunia memang terlihat begitu indah. bahkan mampu membuat kita lupa akan adanya surga dan neraka.

Namun, dunia juga bisa membuat kita menangis. membuat kita bersedih. membuat kita putus asa. membuat kita patah hati.

Tapi, yang perlu kita ingat. siapa pemilik dunia ini? 
siapa pencipta rasa ini? 
siapa yang mampu membuat kita bahagia atau bersedih?

Jika jawabannya Allah dan itu pasti, maka pantaskah kita menangis karena urusan dunia?

Jika masih merasa punya Allah. pantaskah kita menangis karena ditinggal seseorang?

Jika masih merasa punya Allah. pantaskah kita menangis karena kehilangan sesuatu? sedangkan Allah Pemilik segalanya.
Allah pemilik segalanya dan akan kembali pada-Nya.

 

Sabtu, 28 Februari 2015

JIKA ENGKAU BERANI PINANGLAH AKU

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Jika benar engkau suka kepadaku,
Jika benar engkau cinta kepadaku, 
Jika benar engkau sayang kepadaku,
Maka datanglah ke rumahku,
Temuilah kedua orang tuaku,
Katakan semua itu kepada Ayah dan Ibuku,
Dan pinanglah aku kepada mereka.


Jika engkau telah yakin,
Dan jika engkau telah siap membangun
bahtera rumah tangga nanti,

Maka ikatlah aku dalam sebuah ikatan
pernikahan yang suci.


Engkau berani bukan...?
Jika engkau beralasan masih belum berani,
Jika engkau beralasan masih belum siap,
Jika engkau beralasan ini itu,

Maka kuanggap engkau hanya mau
main-main saja dengan diriku,
Kuanggap engkau hanya ingin menjadikan
aku sebagai pacarmu saja.


Tak lebih dari itu.. Maka kukatakan kepadamu,
Jangan engkau terlalu berharap
aku akan menerima cintamu.


Biar sajalah aku merasa lebih nyaman
dengan kesendirianku.

Aku hanya akan mempersembahkan
diriku seutuhnya kepada
pasangan halalku nanti.

Bukan untuk yang hanya mau
main-main dengan hatiku.
Terlalu berharga hatiku untuk dipermainkan.


Begitulah caraku melindungi diriku.
Kefitrahan dan kehormatanku akan
selalu tetap kujaga sampai tiba masanya nanti.

Aku tak mau menjerumuskan diri pada
apa yang telah dilarang Agama.

Aku tak mau menjadikan kebebasanku
akan menghancurkan masa depanku.

Yang ujung-ujungnya menjadikan
diriku bersedih dan meratap
dalam penyesalan yang berkepanjangan.


Sungguh aku tak mau hal itu terjadi pada jalan hidupku.

Salam santun salam Ukhuwah fillah...

Maafkan Aku Sayang

Maafkan aku.

Bukan maksudku untuk tidak peduli atau sombong kepadamu.
Aku menyayangimu karena Allah, sama seperti aku menyayangi orang-orang yang aku sayangi.
Tapi aku takut dan risau akan rasa sayangku kepadamu yang dalam tanda kutip ini.

Aku takut jikalau aku menyayangimu terlalu berlebihan, bahkan mengejarmu sampai aku bisa mendapatkanmu, Aku malah semakin menjauh sama Allah..
Terlebih lagi jika aku sadar, mungkin lebih tepatnya disadarkan Allah, kalau kau bukan jodohku.


Maafkan aku.

Sifatku seperti ini juga untuk kebaikanmu.
Kau sedang berikhtiar untuk menggapai cita-citamu dan mewujudkan mimpi-mimpimu.
Aku tidak ingin mengganggumu, tidak ingin mengganggu konsentrasimu, tidak ingin mengganggu ketekunanmu.
Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh agar kau bisa sukses kedepannya. Justru aku lebih merasa senang jika kau seperti itu.

Maafkan aku.

Selama ini, aku hanya bisa melihatmu dari belakang.
Mungkin lebih tepatnya membuntuti, atau mengejar jika kau berlari.
Aku ingin berhenti mengejarmu dan tidak ingin berkata
' Akhirnya aku menemukanmu!'

Tidak, maaf.
Aku sadar akan kodratku. Kodratku sebagai seorang wanita.
Meski aku mungkin akan berhenti mengejarmu, rasa sayangnya padamu masih tersimpan rapi di hatiku.
Aku juga tidak berharap kau mengatakan ' Akhirnya aku juga menemukanmu!' kepadaku.
Aku berharap kita berucap
'Akhirnya, aku menemukan kita.'

Jikalau juga bukan kau orangnya, aku akan berusaha ikhlas. Ikhlas karena Dia.
Mungkin aku yang tak baik untuk dirimu atau mungkin kau tidak cocok dengan diriku.
Diluar sana masih banyak wanita-wanita soleha yang lebih baik dari diriku dan diluar sana mungkin masih ada laki-laki soleh yang bisa pas denganku.

Kalaupun di dunia ini aku tak menemukan jodohku,aku percaya Allah akan mempersiapkan yang terbaik di SurgaNya.
Jodohku yang Sempurna
Tak apa, mungkin ini bisa membuatku semakin rindu akan SurgaNya dan membuatku semakin taat padaNya.

Maaf, mungkin sampai disini saja aku menyampaikan isi hatiku.
Ikhtiarlah sekuatmu dan lakukan semuanya dengan ikhlas karena Lillah.

Sekali lagi, maafkan aku...


Buat dirimu, aku menangis membaca tulisan ini, tulisan ini, begitu pas yang aku rasakan.

Kau diam, kau tak memberikan kabar, nomorpun tak aktif. Rasanya aku semakin lelah untuk menunggu. Aku sekarang tidak membutuhkan balas rasa setiaku kepadamu. Aku lelah.. sungguh aku lelah.. 

Biarlah aku simpan rasa ini sendiri. 
Terima kasih, sudah mengajari aku tentang cinta, agama, kasih sayang, dan lain-lain.
Terima kasih slama 3 tahun, kau selalu memanjakan diriku.

Akan ku kenangan semua ini. Menjadi alur cerita yang membahagiakan dan sedih.

Semoga kau, membaca isi hatiku ini.

Terima kasih, sudah mengajari aku tentang semuanya. 

Salam hangat dari Nurul Farizqiyati.

Jumat, 02 Januari 2015

MUNAJAT CINTAKU

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
KU SAMBUT KEYAKINAN DALAM MUNAJAT CINTAKU,,

Teruntuk Calon Imamku,,
Tak mengapa aku tanpa hiburan dunia,,,
Asal akhiratku tak terlalaikan..
Tak mengapa bagiku tanpa pesona hiasan dunia,
Mudah-mudahan engkau ditakdirkan
menjadi hiasan akhiratku...

Padamu Wahai Calon Imamku,,
Ku penjarakan cinta dalam taman hatiku..
Ku simpan rapi semoga tak ternodai,
Agar tak mudah diraih orang lain,
Ku jadikan ia sebgai
Kembang Setaman dalam bingkai ikhtiar agar ku
persembahkan kelak hanya untukmu..

" Ya Allah,
Karuniakanlah kepada kami pendamping Yang
dapat mententeramkan hati kami, Yang dapat
mendekatkan diri kami kepada_Mu,
Yang dapat mengistiqamahkan kami di jalan_Mu,
Yang rela syahid di jalan_Mu "... Aamiin..

HAI HAII