Kamis, 13 Juni 2013

Doaku Untukmu Calon Suamiku



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم         

  
Apa kabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap dimanapun kau berada, kebahagiaan serta rahmat-Nya selalu menyertaimu.

Calon suamiku...
Dimana engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan Ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titah-Nya juga sunnah Rasul-Nya.

Wahai calon suamiku...
Apa yang memberatkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera ini bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi?
Tak soal buatku bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, insyaAllah aku akan selalu menerimamu. Asalkan rupiah yang kau dapati bukan dari jalan yang tak kau ketahui darimana asalnya. Ketahuilah wahai calon suamiku, bahwa aku tidak pernah mendambakan mas kawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita dipertemukan Allah atas dasar agama.

Wahai calon suamiku...
Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu denganku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.

Calon suamiku yang selalu kunanti...
Dimana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Ku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Namun aku yakin, Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini. Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk mengusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.

Calon suamiku...
Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, aku akan selalu menantimu. Aku percaya, Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku, juga hidupmu.

Calon suamiku...
Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu...



Akhi,ku tunggu pinanganmu!!!

Akhi..

Tak ingin ku termangu dalam penantian panjang, hanya menunggu engkau untuk menjemputku.

Kadangkala aku menangis tersedu, mengingat usia yang kian mendekati masa di mana pesona kian memudar. Aku takut bila engkau tak besegera, aku tak mampu menahan waktu atas Nya. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Jangan engkau puja puji aku bila pujianmu hanyalah janji-janji yang tak menentu. Hanya membuatku terlena dan terbuai hingga aku lupa bahwa kita sedang bermaksiat.

Kau puji diri ini, tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai rayuanmu. Tidak.. tidak akhi, ku ingin kau puji setelah kau halal kan aku. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..
Akhi..

Tak akan ku langgar iffah ini dengan ajakan khalwat dari mu. Engkaupun sebenarnya tahu, hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat kita tak berdaya karna pihak ketiga yang tak lain syetan yang ada di dekat kita. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..

Jagalah sikapmu padaku, maka akan ku jaga sikapku padamu, karena aku lemah akan sanjunganmu. Kecintaan ini ingin aku persembahkan kelak untuk suami,cinta nan kasih ini yang akan ku tuai untuk mencari ke ridhoan suami kelak.

Jadi bagaimana mungkin aku mencinta hal yang tidak halal bagiku, tentu Allah tak akan pernah ridho padaku. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..

Jilbabku untuk melindungi kehormatan diri, santunku untuk menjaga iffah diri . Jangan kau lenakanku agar lepas kehormatan di hadapanmu sebelum engkau halal bagiku.

Aku ingin engkau ikut menjaga kehormatan diri ini dengan menjagaku, bukan malah membawaku pada kenistaan. Agar kau mampu menjagaku secara utuh, Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..

Aku memang tak sesempurna Aisyah dalam kecerdasan nya ataupun Fatimah dengan kelembutannya. Tapi ku akan berusaha cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan ku akan berusaha selembut Fatimah dalam menenangkanmu.M aka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..

Kau memang tak sehebat Ali ataupun sekuat Umar,tapi kau akan menjadi hebat layaknya Ali ketika kau menjagaku dalam kelemahanku dan kau akan sekuat Umar agar ku tidak selalu menjadi tulang yang bengkok.

Aku butuh imam yang bisa menjaga ke imanan,bukan yang mebawa kami pada jurang maksiat. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Sungguh, aku memang tidak mampu menahan kala diri ini jatuh hati, tapi aku tak akan mengobral pesona hanya karna cinta yang menuntut nafsu pada keramahan syetan . Bukanlah jatuh cinta bila kau mengajakku pada kemaksiatan.

Bila kau memang jatuh cinta padaku, jangan kau bebankan deritamu pada hati yang akan memuntutmu untuk berbuat nista. Ijinkan ku menjaga hatimu, agar kita bisa menjelang bersama Jannah Nya. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..





“Wahai jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan kerinduan Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat Karna kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru..!! Maka katakanlah,kami penuhi panggilanmu.
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah kau berpaling
Hanya karna melihat gerimis
Jika engkau melihatnya “( Fii Zilalil Mahabbah )”

HAI HAII