Minggu, 23 Februari 2014

Menyimpan Perasaan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
“Jika benar dia juga ada menyimpan perasaan yang sama, aku harap agar Engkau kuatkan hatinya. Tabahkan hatinya dalam beribadat kepada-Mu kerana kelak dia bakal menjadi imam pada seorang wanita & zuriatnya. Kukuhkan cintanya agar dia tidak mencintai, merindui dan mengingatiku lebih daripada dia mencintai, merindui dan mengingati-Mu dan sayyiduna Nabi Muhammad Al-Mustafa. Aku tidak mau itu terjadi.. Tuhan inilah yg kupinta, demi-Mu aku melepaskan apa yang ada. Dan demi mujahadah ini peliharalah jiwaku dan hatiku, genggamlah erat ia wahai Tuhanku, ini milik-Mu ♥”

Foto: “Jika benar dia juga ada menyimpan perasaan yang sama, aku harap agar Engkau kuatkan hatinya. Tabahkan hatinya dalam beribadat kepada-Mu kerana kelak dia bakal menjadi imam pada seorang wanita & zuriatnya. Kukuhkan cintanya agar dia tidak mencintai, merindui dan mengingatiku lebih daripada dia mencintai, merindui dan mengingati-Mu dan sayyiduna Nabi Muhammad Al-Mustafa. Aku tidak mau itu terjadi.. Tuhan inilah yg kupinta, demi-Mu aku melepaskan apa yang ada. Dan demi mujahadah ini peliharalah jiwaku dan hatiku, genggamlah erat ia wahai Tuhanku, ini milik-Mu ♥”

Selasa, 11 Februari 2014

JIKA AKU ADALAH TULANG RUSUKMU

 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Aku berharap
Jika nanti Allah mempertemukan kita
Kau akan selalu membimbingku
Agar aku menjadi isteri solehah
Yang nantinya akan menjadi bidadarimu di surga
Kerana aku ingin kita akan disatukan di dunia dan akhirat

Andai kau ditakdirkan untuk menjadi ayah buat anakku
Jadilah ayah yang bisa mendidik anak kita
Agar mereka nanti menjadi anak kebanggaan buat kita di dunia dan akhirat
Yaitu anak yang soleh dan solehah
Yang bisa menjunjung tinggi agama Allah

Andai engkau ditakdirkan untukku
Kuharap kau bisa menjadi imam buatku dan anakku
Kau bisa menjadi pemimpin yang baik dalam rumah tangga kita
Kau bisa mencintai aku apa adanya
Dan bisa menyikapi kekuranganku dengan penuh kebijaksanaan

Dan andai aku salah
Tegurlah aku dengan kata-katamu yang penuh dengan kelembutan dan kebijaksanaan
Andai aku marah
Belailah rambutku dengan penuh kasih sayangmu
Agar marahku bisa berubah menjadi kelembutan

Andai aku lupa
Ingatkanlah aku dengan penuh kasih sayang
Agar nanti kau tetap menjadi suri tauladan bagiku dan anak kita

Karena...

Aku hanya mengharapkan imam yang baik dalam rumah tanggaku
Yang bisa selalu membawa aku ke jalan yang diridhai-iNya
Jalan yang menuju surga-Nya bersama dirimu.


Jumat, 07 Februari 2014

JIKA ALLAH MENGIZINKAN KITA BERTEMU KELAK

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Bila Allah mewujudkan takdir pernikahan kita kelak . . .

Dan bila kemudian disaat kita hidup bersama, lantas terlihat sisi salah pada diriku, semoga Allah mengkaruniakanmu kemampuan untuk melihat sisi baikku. Sungguh Allah Azza Wa Jalla yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19].

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau,
Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-la h yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai calon suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Rabu, 05 Februari 2014

Isi Hati Wanita

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Wanita mampu menangis dalam tawanya, wanita juga mampu tertawa dalam tangisnya..

Saat sedang bermasalah wanita berkata : “Aku baik-baik saja” padahal kenyataannya hati wanita hancur berkeping-keping..

Mereka sedikit kesulitan mengungkapkan isi hatinya, lukanya, bahkan semua yang membuatnya terluka.

Jika pun mereka bisa mengungkapkannya, mereka tidak mampu mengungkapkan semuanya, selalu ada yang tersisa untuk diungkapkan..

Karena dalam kondisi seperti itupun wanita masih memikirkan perasaan prianya..

Mereka tidak ingin prianya sedih dan ragu meskipun di saat bersamaan hatinya sudah hancur lebur..

Bagai kapas yang beterbangan yang sulit untuk disatukan kembali dalam sebuah hati yang utuh..

Setegar dan sekuat apapun wanita, dia pasti menangis..

Entah dengan atau tanpa aliran air mata..

Dalam setetes air matanya ada jutaan kata penuh makna yang tak mampu terucap..

Wanita adalah makhluk Tuhan penuh makna..

Jangan pernah sakiti wanita, karena wanita diciptakan bukan untuk disakiti..

Selasa, 04 Februari 2014

Dear Muslimah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
Dear Muslimah,
Pernah ada pengalaman enggak kamu dapet "bingkisan" dari seorang ikhwan? Bingkisan yang biasanya diiringi oleh janji gombal php tertentu gitu. Hehe

Kalo temen saya ada dulu pernah digituin sama ikhwan. Dikasih mushaf Qur`an atau buku Islami dengan dengan terselip sebuah "catatan" di dalamnya. Heuheu.. Lucu banget kalo diinget-inget

Foto: Dear Muslimah,
Pernah ada pengalaman gak kamu dapet "bingkisan" dari seorang ikhwan? Bingkisan yang biasanya diiringi oleh janji gombal php tertentu gitu. Hehe :D

Kalo temen saya ada dulu pernah digituin sama ikhwan. Dikasih mushaf Qur`an atau buku Islami dengan dengan terselip sebuah "catatan" di dalamnya. Heuheu.. Lucu banget kalo diinget-inget :D

Senin, 03 Februari 2014

Dibalik Senyuman

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Wanita... Dibalik senyummu, tersimpan berjuta rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata."

Untuk urusan menyembunyikan perasaan, mungkin wanita memang jagonya. Contoh mudahnya, disaat ia sedih, wanita mampu tersenyum di hadapan orang lain. Akan tetapi apakah perempuan juga mahir dalam menyembunyikan rahasia dari pasangannya ataupun dari orang lain? Rahasia di sini dalam arti bukan bertujuan membohongi seseorang, hanya saja tidak menceritakan suatu hal yang terjadi padanya.

Perasaan wanita itu lebih peka and sensitif dibanding laki-laki. Tapi wanita juga diberi kelebihan untuk bisa menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya demi melindungi atau tidak ingin melukai perasaan orang lain.

Wanita cenderung mengatakan sesuatu yang berbeda dengan perasaan sebenarnya. Ketika dia menyatakan baik-baik saja, bisa jadi sesungguhnya hatinya sedang tidak karuan.

Ukhti Muslimah, apakah dirimu juga begitu?



HAI HAII